|
Kosakata
|
Teks syair
|
|
ajami [bisu],
nentiasa [senantiasa]
|
Hamzah
miskin orang `uryani
seperti
Isma`il jadi qurbani
bukannya
`ajami lagi `arabi
nentiasa
washil dengan yang baqi
|
|
alang-alang [tanggung, setengah-setengah, sedang],
upama [umpama],
dagang [niaga]
|
hidup dalam dunia upama dagang
datang musim kita ’kan pulang
la tasta’khiruna sa’atan lagi kan datang mencari ma`rifat Allah jangan alang-alang
|
|
anak jamu,
ungags [burung],
yogya
[baik]
|
dengarkan
hai anak jamu
unggas itu sekalian kamu
`ilmunya
yogya kau ramu
supaya
jadi mulia adamu
|
|
angga [tanduk rusa, bercabang],
cawang [cabang]
|
ingat-ingat
hai anak dagang
nafsumu
itu lawan berperang
anggamu
jadikan sarang
citamu
satu jangan bercawang
|
|
astana [istana],
tudung [tempat perlindungan],
lurung [belok],
tulung [tolong,
bantu]
|
astananya di puncak gunung
jalannya banyak berlurung-lurung
pada rahmatnya kau minta tulung
supaya dapat ke dalam tudung
|
|
Baharu [baru]
|
sabda
‘Ali yang mahatahu
la
a’budu rabban lam arahu
wama
ra’aytu syay’an, lama dan baharu
illa
ra ‘aytu ‘llaha fihi aku
|
|
bidai [jalinan bilah bambu sebagai kerai, tirai penutup
pintu],
bisai [bagus,
elok],
pingai [kuning
muda]
|
unggas
itu terlalu pingai
warnanya
sempurna bisai
rumahnya
tiada berbidai
duduknya
da’im di balik tirai
|
|
galuh-galuh [perak,
intan],
labuh [berdiam],
nin [ini],
taruh [letak]
|
dunia
nin jangan kau taruh-taruh
supaya
dekat mahbub yang jauh
indah
sekali akan galuh-galuh
ke
dalam api pergi berlabuh
|
|
helah [dalih,
berdalih],
‘ibadat [ibadah],
ma’lum [maklum],
sembah[sujud]
|
bayt
al-`athiq itulah
bernama ka`bah
`ibadat di dalamnya tiada berhelah
tempatnya
ma`lum di tanah mekkah
akan qiblat islam
menyembah allah
|
|
Henang [ragu,
gemetar],
menang [bahagia],
petang [senja],
suluh [pelita],
terang [bercahaya]
|
suluhnya
terlalu terang
harinya
tiada berpetang
jalannya
terlalu henang
barang
mendapat dia terlalu menang
|
|
Huwa [senjata
memburu tikus],
Nafi [ingkar]
|
ketahui
olehmu hai anak dagang
rupamu
itu seperti bayang-bayang
menafikan diri jangan kau sayang
supaya
dapat kepada huwa kau datang
|
|
Iram [sejenis
kain],
padam [mati],
payung [payung]
|
ketahui
hai anak adam
engkaulah haqiqat `alam
`isyqi-mu
jangan kau padam
supaya
dapat berpayung iram
|
|
Isai [isi],
ripai [rebana],
tirai [kain pemisah ruangan]
|
syari`at
akan tirainya
tariqat
akan bidainya
haqiqat
akan ripainya
ma`rifat
akan isainya
|
|
Jalis [ambisi yang membaja],
Labis [banyak],
Palis [berpaling],
sauh [jangkar]
|
fawq
al-markab yogya
kau jalis
sauhmu
da’im baikkan habis
rubing
syari`at yogya kau labis
supaya
jangan markabmu palis
|
|
Jeling [melihat],
Karang [batu terjal di tengah laut],
Kemudi [kendali, alat pengendali],
Mamang [ragu, nanar, kabur matanya],
sawang [langit,
angkasa]
|
jika
hendak engkau menjeling sawang
ingat-ingat
akan ujung karang
jabat
kemudi jangan kau mamang
supaya
betul ke bandar kau datang
|
|
Kekang [kendali, larang],
Serang [menangkal],
tatkala [ketika,
waktu]
|
adamu
itu yogya kau serang
supaya
dapat negeri yang henang
seperti
`ali tatkala perang
melepas
duldul tiada berkekang
|
|
Markab [kapal, bahtera],
rubing [dinding tambahan pada pinggir perahu]
|
fawq
al-markab yogya
kau jalis
sauhmu
da’im baikkan habis
rubing syari`at yogya kau labis
supaya
jangan markabmu palis
|
|
Nantiasa [senantiasa],
satir [tidak dapat mengendalikan nafsu]
|
hamzah
nin `ilmunya zhahir
ustadhnya
sayyid `abd al-qadir
mahbubnya
terlalu hadir
dengan
dirinya ‘nantiasa satir
|
|
Pepak [lengkap]
|
hamzah
fansuri anak dagang
da’im
bersuhbat dengan hulubalang
penuh
dan pepak tahu berperang
barang
kerjanya jangan kau larang
|
|
Sahir [tukang
tenung],
Sakir [terima kasih, suka cita],
takir [wadah tempat makanan dari daun pisang],
zahir [lahir]
|
kekasih
itu bukannya sahir
ke
tengah pekan datangnya zahir
berjual
arak di dalam takir
itulah
‘asyiq mabuknya sakir
|
|
Sakin [yakin, tentu]
|
pada
dunia nin jangan kau amin
lenyap
pergi seperti angina
kuntu
kanzan tempat
yang batin
di
sana da’im yogya kau sakin
|
|
Sandang [pikul]
|
kitab
allah dipersandangnya
ghayb
allah akan
tandangnya
`alam
lahut akan
kandangnya
pada da’irah
hu tempat pandangnya
|
|
Sangkaran [rumah],
taulan [teman]
|
arasy
allah akan
pangkalannya
habib
allah akan taulannya
bayt
allah akan sangkarannya
menghadap
tuhan dengan sopannya
|
Minggu, 10 Mei 2020
MENGULIK MUASAL BAHASA MELAYU BERJEJAK DI BARUS
Selasa, 01 November 2016
Wiro Sableng #141 : Kematian Kedua
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : 113 LORONG KEMATIAN
DENGAN mengubah diri menjadi asap, Bunga si gadis alam roh, berhasil menyelinap masuk ke dalam bukit batu markas barisan manusia pocong lewat sebuah celah sehalus rambut. Suara genta mendadak menggema mengguncang seantero tempat. Menyadari bahwa kemunculannya telah diketahui penghuni 113 Lorong Kematian, dia harus bertindak cepat. Bau setanggi mendadak memenuhi ruangan. Lalu satu suara halus mengiang di telinga Bunga.
"Roh dari alam gaib. Kau datang membawa bencana. Terima kematianmu sebelum kau menimbulkan malapetaka!"
Bunga tidak tinggal diam. Dia segera menyahuti suara yang datang dari jauh itu.
"Bencana ada dalam hatimu. Malapetaka ada dalam benakmu! Aku datang membawa kebaikan.
Aku akan bertindak sebagai juru nikahmu. Untuk melepas kau agar bisa kembali bebas ke alam asal.
Dunia bukan tempat tinggalmu. Di dalam lorong ada manusia jahat memperalat dirimu!"
"Ahai! Pandai sekali kau mengeluarkan ucapan.
Hanya perintah Yang Mulia Ketua yang harus dilaksanakan! Hanya Yang Mulia Ketua seorang yang wajib dicintai! Aku mau lihat apaka
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #141 : Kematian Kedua Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Jumat, 28 Oktober 2016
Wiro Sableng #136 : Bendera Darah
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : 113 LORONG KEMATIAN
KETIKA GENANGAN AIR MATA JATUH BERDERAI DI PIPI BIDADARI ANGIN TIMUR. JATILANDAK ULURKAN TANGAN KIRI UNTUK MENGUSAP. DENGAN TANGAN KANANNYA BIDADARI ANGIN TIMUR PEGANG JARI-JARI TANGAN PEMUDA ITU. LALU DITEMPELKAN KE PIPINYA SEMENTARA AIR MATA MENETES JATUH SEMAKIN DERAS. "KAU MENCINTAI PENDEKAR DUA SATU DUA?" TANYA JATILANDAK. SEPASANG BOLA MATA BIDADARI ANGIN TIMUR MEMBESAR TAPI MULUT TAK MENJAWAB. MALAH KEDUA MATANYA DIPEJAMKAN DAN TANGAN JATILANDAK SEMAKIN KENCANG DIPEGANG DI ATAS PIPINYA. BIBIR TERBUKA BERGETAR TAPI SUARANYA HANYA MENGGEMA DI DALAM HATI. "KAU SAHABAT BAIK... KAU YANG BELUM LAMA MENGENALKU BISA TAHU PERASAANKU. TAPI DIA YANG KUHARAPKAN ITU MENGAPA SEOLAH TAK PERNAH PERDULI...?" PADA SAAT ITU TIBA-TIBA TERDENGAR DERAP KAKI KUDA. DUA PENUNGGANG KUDA BERHENTI DI SEBERANG MATA AIR. SEPASANG MATA BIDADARI ANGIN TIMUR TERBUKA LEBAR. WAJAHNYA BERUBAH PUCAT. CEPAT-CEPAT GADIS INI TARIK DUA TANGANNYA YANG SALING BERPEGANGAN DENGAN TANGAN JATILANDAK. SUARANYA BERGETAR KETIKA MENYEBUT NAMA. "WIRO...."
DIAPIT dan dipegang dua Satria Pocong, nenek kurus itu melangkah menuju rumah tua beratap ijuk hitam berbentuk tanduk kerbau. Rambut kelabu awut-awutan, tubuh terbungkuk, wajah pucat keriput menunjukkan rasa takut. Sebuah lampion kain putih menyala suram di bawah atap rumah, bergoyang ditiup angin malam. Cah
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #136 : Bendera Darah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Kisah Burung Pung
"Di Laut Utara Cina," demikian awal dari kisah legenda ini, "konon ada seekor ikan bernama Kun yang panjangnya mencapai ribuan meter.
Ikan raksasa ini ini dapat berubah bentuk menjadi seeokr burung yang bernama Pung, yang juga memiliki panjang ribuan meter. Ketika mengepakkan sayapnya mengarungi angkasa, sayap tersebut membentang seperti awan yang menutupi langit. Pung terbang mengarungi angkasa melintasi samudra: menuju Kutub Selatan
"Pung raksasa terbang menuju Laut Selatan, menggerakkan air dengan sayapnya yang luar biasa sepanjang tiga ribu kilometer, namun lebih dulu ia harus memutar angin menjadi tornado sampai mencapai ketinggian sembilan puluh ribu kilometer.
Perlu waktu enam bulan untuk mencapai ketinggian tsb; hanya jika burung itu siap. Kini, hanya bentangan langit luas nan biru yang di belakangnya dan tak ada satu pun penghalang di depannya, Pung bisa langsung terbang ke selatan dengan leluasa.
Bagaimana seseorang bisa membandingkan kemegahan semacam itu dengan kabut pagi, debu, dan makhluk-makhluk tak berarti?
"Bila airnya dangkal, tentu takkan mampu menampung sebuah kapal besar, tapi tuangkanlah air
... baca selengkapnya di Kisah Burung Pung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Apa Sih Yoga Ketawa Itu?
Yoga Ketawa itu kayak apa sih? Ketawa melulu? Sambil melakukan postur-postur yoga? Pertanyaan ini banyak sekali dilontarkan oleh orang-orang yang belum pernah mengikuti sesi ‘Yoga Ketawa’.
Saya sendiri sebelum kenalan sama Yoga Ketawa tidak punya gambaran sama sekali, kecuali pasti banyak banyak ketawa kalau ikut Yoga Ketawa. Pertama kali ikut Yoga Ketawa di Santa Barbara Juli tahun 2008, ketika mengikuti Perayaan 20 tahun Capacitar International. Kesannya, wah … ger-geran. Bbagus buat intermezzo dan menyegarkan. Lalu pernah ikut Senam Ketawa yang merupakan bagian dari the Advance Meditation Program oleh the Art of Living di Bali pada bulan November 2008. Waduh … 400 orang ketawanya membahana menyaingi debur ombak di pantai Sanur. Dan diakhiri dengan sesi meditasi. Rasanya, sulit digambarkan dengan kata-kata. Plong begitu … bahkan sampai berhari-hari rasanya masih nyaman dan lega sekali.
Setelah itu saya ketagihan dan sering mempraktikkan sendiri maupun dalam presentasi relaksasi ber
... baca selengkapnya di Apa Sih Yoga Ketawa Itu? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Selasa, 25 Oktober 2016
Wiro Sableng #68 : Pelangi Di Majapahit
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : HALILINTAR DI SINGOSARIBAB IKuda bernama Grudo yang ditunggangi Pendekar 212 dan Raden Ayu Gayatri bergerak tidak terlalu cepat. Sebentar lagi mereka akan keluar dari kawasan hutan belantara an langsung menuju pinggiran Timur Kotapraja. Disitu Wiro akan melepaskan putri bungsu Prabu Singosari itu. Walau dia akan terlepas dari beban berat menjaga keselamatan sang dara namun perpisahan membuat hatinya agak haru.
Saat itu menjelang dini hari. Udara masih gelap dan hawa terasa dingin.
Mendekati dua buah pohon besar yang terletak mengapit kira-kira dua tombak di depan jalan yang mereka tempuh murid Eyang Sinto Gendeng perlambat langkah Grudo. Dia memandang tak berkesip ke arah dua pohon besar di kiri kanan jalan.
"Ada apa," bisik Gayatri bertanya.
"Saya punya firasat tidak enak. Mungkin sekali ada seorang yang sembunyi di balik pohon menghadang kita," jawab Wiro.
"Gandita?"
"Mungkin, tapi bisa juga orang lain. Atau Gandita bersama orang lain."
"Kalau begitu kita ambil jalan lain saja," mengusulkan Gayatri.
Wiro mengangguk. Dia menarik tali kekang Grudo. Namun belum sempat dia memutar kuda itu tiba-tiba di belakangnya terdengar suara desiran angin disertai berkelebatnya satu bayangan hitam. Bersamaan dengan itu Gayatri yang duduk di belakang Wiro terdengar
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #68 : Pelangi Di Majapahit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Rabu, 19 Oktober 2016
Forgiveness Is The True Healer
Di artikel sebelumnya, mengenai Teori Tungku Mental, saya bercerita mengenai api yang membakar tungku mental kita. Ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk menemukan sumber api itu. Nah, apa yang akan dilakukan setelah sumber apinya berhasil ditemukan? Apa yang harus dilakukan agar apinya bersedia dipadamkan?
Pembaca, bila anda cukup jeli membaca kalimat terakhir, dari paragraf di atas, anda pasti akan bertanya, “Mengapa kok ada kata “bersedia dipadamkan”? Ini maksudnya apa?” Api emosi yang membakar tungku mental ini harus dipadamkan bila seseorang benar-benar ingin sembuh. Namun padamnya harus berdasarkan persetujuan dan keikhlasan klien. Kita tidak bisa serta merta mensugesti agar api emosi itu padam. Tidak bisa.
Nah, mengapa harus melalui “forgiveness”? Mengapa bukan dengan cara lain?
Ada sangat banyak teknik terapi. Namun dari sekian banyak teknik, Forgiveness Therapy, adalah salah satu yang paling dahsyat efeknya. Terapi yang dilakukan tanpa diakhiri dengan memaafkan adalah terapi yang tidak tuntas.
Mengapa bisa tidak tuntas?
Karena untuk bisa benar-benar tuntas mematikan api emosi itu klien harus bersedia melepaskan semua emosi negatif yang berhubungan dengan kejadian, peristiwa, atau situasi tertentu dan menggantinya dengan emosi positif seperti cinta kas
... baca selengkapnya di Forgiveness Is The True Healer Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu